Untuk Laut, yang tetap kusebut dalam diam.
Laut,
kamu mungkin tak lagi di sini. Tapi banyak hari dalam hidupku tetap terasa seperti sedang mengobrol denganmu.
Hari ini, aku ingin bercerita tentang sesuatu yang lucu dan sedikit getir. Tentang bagaimana cinta bisa datang dalam bentuk yang nyaris tak terlihat.
Bukan dalam kotak hadiah, bukan dalam karangan bunga, bukan dalam kejutan yang bisa dipamerkan. Tapi dalam bentuk yang jauh lebih diam:
sebuah pilihan yang terus diambil, meski tak ada yang menyuruh.
Dulu, ayahmu mencintai ibu dengan cara itu. Dengan cara yang kadang membuat ibu bingung: kenapa ada orang yang rela tidak punya apa-apa, asal ibu bisa punya sedikit lebih?
Ayahmu bukan laki-laki dengan segalanya, tapi ia laki-laki yang memberikan segalanya.
Saat banyak orang bangga dengan cinta yang bisa diposting, ibu disayangi dengan cinta yang disimpan.
Yang tak perlu dirayakan dengan ramai, karena nyatanya ia memang bertahan dalam sunyi.
Ayahmu bekerja lebih lama dari yang harusnya, tidur lebih sedikit dari yang semestinya, dan memberi lebih banyak dari yang ia mampu.
Semua untuk hal-hal yang tidak pernah ibu minta secara gamblang, tapi ia tahu ibu butuh itu untuk bertahan.
Dan bukan cuma bertahan, tapi tumbuh.
Setelah kami menikah, keadaan berubah. Bukan karena ayahmu jadi lebih banyak punya, tapi karena ia memang sejak dulu sudah memilih:
Jika kamu adalah rumah, maka aku akan jadi atapnya. Walau bocor, akan kuperbaiki. Walau rapuh, akan kutopang. Pelan-pelan. Tapi sungguh-sungguh.
Laut,
jika kamu masih di sini, aku ingin kamu tahu: ibu pernah dan masih dicintai dengan cara yang tidak mewah, tapi sangat serius.
Cinta yang tidak pernah minta disyukuri, karena ia sendiri adalah bentuk syukur.
Dan jika satu hari nanti kamu bertanya,
apa itu rumah?
Ibu akan menjawab:
rumah adalah orang yang tidak menjanjikan apa pun, tapi kamu tahu kamu tak akan pernah sendirian.
Kamu tak akan kembali.
Tapi jika cerita ini bisa mencapaimu,
aku ingin kamu tahu:
ibu baik-baik saja.
Ibu disayangi dengan tenang.
Dan itu cukup.
– Ibu
Komentar
Posting Komentar