Laut.

Untuk Laut,

kamu sudah lahir di kepalaku, di hatiku.

Sebelum semesta memberimu tanah untuk dipijak,

ibu sudah menimangmu dalam mimpi,

ayah sudah menyebut namamu dalam doa.


Kita tidak sempat bertemu di bumi,

tapi cintamu sudah lebih dulu berenang di dada kami.

Kau ada, meski tak terlihat;

kau hidup, meski tak terhitung.


Peluk cinta dari ibu dan ayahmu,

yang akan selalu mengingatmu

di setiap debur ombak,

di setiap napas yang mengalir.


Komentar

Postingan Populer