Laut....

Laut, hari ini Ibu menyaksikan satu cahaya kecil kembali ke langit.
Seorang bayi lahir, tapi hanya sebentar tinggal di dunia.
Ia tidak sempat membuka mata, tidak sempat menangis, bahkan mungkin tidak tahu bahwa ada dua orang dewasa yang sudah mencintainya dengan seluruh napas sejak lama.


Ibu lihat ayahnya jongkok di depan gundukan tanah yang masih merah, menunduk lama sekali sambil menggenggam nisan.
Ibunya memeluk tubuh mungil yang sudah dibungkus kain putih, mencoba menahan semuanya agar tidak pecah. Tapi Laut, kamu tahu kan, tidak ada yang benar-benar bisa menahan kehilangan.
Apalagi kehilangan yang sekecil itu, yang seharusnya baru mulai hidup.


Ibu langsung ingat kamu. Ingat waktu kita juga hanya sempat sebentar. Ingat rasa aneh di tubuh ini, ketika perpisahan datang bahkan sebelum pertemuan yang utuh.
Dan hari ini, Ibu merasa satu bagian dari langit kembali penuh.
Mungkin kamu yang menjemput dia. Mungkin kamu yang bisikkan, “nggak apa-apa, di sini juga tenang.”


Kadang Ibu iri pada bayi-bayi yang bisa tumbuh. Tapi hari ini, Ibu cuma diam, lalu pelan-pelan bilang dalam hati: semoga kalian saling menemukan di langit.
Semoga kalian tidak merasa sendiri.
Karena di bumi, ada begitu banyak cinta yang belum sempat diberikan, dan semua itu kini melayang ke tempat kalian berada.


Kalau kamu bertemu dengannya, peluk dia ya.
Kamu pasti tahu rasanya jadi anak yang sangat dicintai, meskipun hanya sebentar.

Komentar

Postingan Populer