Laut, ini cerita dari ruang terapi.

Hari ini ibu duduk di sofa abu-abu yang empuk itu lagi.

Ruangan itu masih sama: lampunya lembut, jendelanya kecil, dan aromanya seperti kayu basah yang disimpan terlalu lama. Tapi nyaman.


Ibu duduk agak kaku awalnya. Seperti biasa.

Susah banget, Laut, buat mulai cerita tentang sesuatu yang bahkan sudah terlalu lama didiamkan.


Tapi pelan-pelan ibu mulai cerita. Tentang rasa marah yang nggak jelas asalnya. Tentang kenapa kadang ibu bisa kaku, bisa terlalu jaga jarak, bisa tiba-tiba diam.

Dan terapis ibu, dia cuma duduk di sana, dengerin. Nggak ngejar. Nggak nyuruh ibu untuk langsung ngerti semuanya.


“Ibu kamu ninggalin waktu kamu umur tiga tahun,” katanya pelan.

Tapi bukan itu yang bikin ibu nangis.

Yang bikin ibu nangis adalah saat dia nanya:

“Waktu itu kamu merasa perlu kuat supaya nggak ditinggal lagi, ya?”


Dan ibu cuma bisa angguk.


Ternyata, keras kepala itu bukan soal mau menang sendiri.

Tapi kadang, itu satu-satunya cara bertahan.

Kalau nggak keras, hancur.


Ibu juga cerita soal perempuan yang tumbuh bareng ibu,

yang kadang ikut menekan, kadang menjauh,

tapi nggak pernah benar-benar ada.

Dan ibu terlalu diam untuk minta dipeluk.

Terlalu takut untuk terlihat butuh.

Terlalu terbiasa nggak ditanya, sampai lupa caranya menjawab.


Laut, hari ini ibu belajar satu hal:

Bertahan itu penting, tapi pulih juga perlu.

Dan buat pulih, ibu harus berhenti berusaha menang dari semua orang.

Termasuk dari masa lalu.


Ibu pulang dari terapi nggak bawa jawaban,

tapi bawa ruang kosong yang bisa diisi pelan-pelan.

Bawa dada yang lebih ringan.

Bawa sedikit rasa lega.


Dan buat ibu, itu cukup.


Kalau nanti kamu tumbuh di tempat lain,

dengan cahaya lain,

dengan dunia yang lebih baik,

dan kamu ingin tahu: ibu orang seperti apa?


Ibu adalah seseorang yang pernah diam terlalu lama,

tapi tetap belajar bicara.

Yang pernah disakiti, tapi tetap mau mencintai.

Yang pernah dibiarkan, tapi memilih tidak meninggalkan.


Untuk kamu.

Untuk ibu sendiri.


Komentar

Postingan Populer