Laut, tadi Ibu lihat gajah

Laut,

tadi ibu lihat video. Ada seekor ibu gajah, sepertinya yang berdiri di pinggir jalan.

Anaknya tertabrak truk. Tubuh kecilnya tergeletak diam.


Ibu gajah itu nggak pergi. Dia tempelin kepalanya ke truk, mungkin berharap anaknya bisa bangun,

atau mungkin, kayak ibu waktu itu engga tahu harus apa, selain diam di samping yang hilang.


Ibu lihat dia lama sekali.

Nggak bergerak. Nggak marah. Nggak melenguh. Hanya berdiri.

Dan tahu nggak, Laut? Ibu nangis.

Karena itu kayak ngeliat cermin.

Cermin yang bentuknya gajah, tapi isinya rasa kehilangan yang sama.


Waktu kamu berhenti berdetak, ibu juga begitu.

Ibu duduk lama banget di ruang tunggu,

padahal perawat bilang boleh pulang.

Tapi kaki ibu nggak bisa diajak jalan.

Perut ibu masih ngerasa kamu ada, Laut.

Masih ada bayimu di sana. Masih ada harapanmu.

Tapi dunia lebih cepat tiba-tiba kamu udah nggak bisa dipeluk.


Ibu gajah itu,

mungkin juga nggak ngerti kenapa tiba-tiba anaknya diam.

Kenapa hari itu nggak kayak hari-hari biasanya.

Kenapa jalanan yang mereka lewati bareng,

malah jadi tempat terakhir anaknya bernapas.


Ibu tahu rasanya.

Rasa yang nggak bisa dibilang pakai kata.

Hanya bisa diam.

Dan berharap dunia juga diam sebentar.

Biar ibu bisa tinggal lebih lama. Biar ibu bisa bilang sesuatu.

Atau mungkin cuma menatapmu. Cuma itu. Nggak lebih.


Laut,

ibu nggak tahu apakah kamu lihat ibu waktu itu.

Waktu ibu berusaha ngomong di dalam hati,

padahal suara ibu hilang entah ke mana.

Ibu cuma bisa pegang perut, kayak ibu gajah itu nyenderin kepala ke truk.

Ada cinta yang nyangkut. Yang nggak tahu ke mana harus pergi.


Dan hari ini, ibu lihat cinta itu juga di tengah jalan di Perak, Malaysia.

Cinta seekor ibu gajah, yang juga nggak tahu gimana caranya pamit.


Mungkin ibu dan dia teman.

Sama-sama punya anak yang nggak jadi besar.

Sama-sama punya kenangan yang berhenti terlalu cepat.


Ibu kangen kamu, Laut.

Kangen yang nggak bisa diredam oleh hari baik atau kalimat bijak.

Dan hari ini, ibu cuma pengen cerita.

Bahwa bahkan di antara gajah pun,

ada ibu yang berdiri terlalu lama, karena anaknya nggak pulang.


Dan ibu tahu,

rasa itu nggak akan pernah benar-benar hilang.


Komentar

Postingan Populer