Laut, kamu harus tahu tentang Sese

Laut,

ada satu lagi yang ingin kuceritakan padamu. Namanya Sese.

Seekor kucing kecil yang lincah, lucu, dan penuh kejutan.


Sese bukan kucingku, tapi kucing ayahmu yang waktu itu masih jadi pacarku. Kami sering saling bercerita lewat layar, saling mengintip isi dunia masing-masing. Di sisi kameraku, ada Upa, kucing tua berkaki tiga yang selalu ikut nimbrung saat aku sedang menatap wajah ayahmu. Dan mungkin, dari situlah muncul ide kecil di kepalanya: aku juga ingin punya teman seperti Upa.


Tak lama setelah itu, muncullah Sese.


Sese lahir dari ibu kucing yang tinggal di pinggir jalan dekat kos ayahmu. Induknya berwarna putih dari ujung kepala sampai ekor, anggun seperti kapas. Tapi Sese? Yah, Sese membawa warna lain mungkin warisan dari ayahnya yang entah siapa. Warnanya tak mirip ibunya, tapi justru itu yang membuatnya unik. Seperti cerita yang lahir dari dua latar yang berbeda tapi tetap utuh dan layak dicintai.


Sese kecil, lincah, dan… punya selera yang unik. Kamu pasti tertawa kalau tahu: Sese suka sekali brokoli rebus. Ya, brokoli! Sayur rebus yang biasanya dielakkan anak-anak manusia, justru disukai si anak kucing ini.

Aneh? Mungkin. Tapi menarik, bukan?


Kami menyayangi Sese.

Dia menjadi bagian dari hari-hari kecil kami. Waktu itu kami belum tinggal serumah, belum menikah, tapi sudah belajar berbagi cinta pada makhluk-makhluk mungil yang hadir begitu saja di hidup kami.


Sese juga berbagi ruang dengan Dumbo ketika Dumbo datang. Meski rumah kami kecil dan sederhana, tapi cinta di dalamnya cukup luas untuk dua ekor kucing yang sangat berbeda: satu tua dan pelan, satu kecil dan lincah.


Tapi waktu Sese tak panjang. Dia pergi sebelum sempat melihat aku dan ayahmu menikah.

Sebelum sempat tumbuh dewasa sepenuhnya.

Mungkin memang waktunya sudah selesai. Dan tidak apa-apa.


Karena Sese tetap hidup dalam cerita-cerita kecil kami. Dalam cara ayahmu membelai kepala kucing dengan lembut. Dalam cara kami menyiapkan sayur rebus, bukan cuma untuk makan malam kami, tapi juga untuk makhluk kecil yang dulu sempat membuat kami tertawa.


Jadi, Laut, kalau suatu hari kamu mendengar suara langkah kucing kecil yang melompat di antara awan-awan, bisa jadi itu Sese.

Dia lincah, masih penasaran, dan mungkin masih mencari brokoli rebus di surga.

Komentar

Postingan Populer