Laut, dengar ya…
Ibu bisa masak. Tapi ibu nggak pernah cerita ke banyak orang.
Karena buat ibu, kemampuan itu bukan sesuatu yang harus diumumkan. Bukan prestasi, bukan pencitraan.
Cuma… bagian dari mencintai.
Ibu nggak masak buat semua orang.
Ibu hanya masak kalau ibu cinta.
Dan itu bukan kalimat puitis. Itu kenyataan sehari-hari.
Sejak kecil, ibu sudah ada di dapur mamih - ibu dari papah ibu.
Belum sekolah, belum paham apa-apa.
Tapi duduk di lantai dapur, sambil liat mamih dari cara dia berdiri di depan kompor sambil cerita, sambil motong, sambil kasih perintah pakai suara pelan tapi tegas.
itu kayak kelas pertama tentang hidup.
“Bawang putih itu kunci,” katanya.
Dan memang iya.
Bawang putih, minyak panas, tumisan pertama itu aroma yang nempel di keluarga ini.
Dan mungkin, tanpa ibu sadari, juga jadi aroma cinta yang ibu warisi.
Ibu nggak langsung boleh ikut bantu.
Baru kelas dua SMP, ibu dikasih pegang pisau cap garpu pisau besar andalan mamih.
Bentuknya lebar, agak berat, tapi serbaguna.
Dan waktu ibu pegang itu pertama kali, ibu tahu: ini bukan soal motong, ini soal dipercaya.
Sekarang, ibu masak hampir tiap hari.
Bukan karena keharusan, tapi karena ibu suka.
Karena itu cara ibu bilang, “aku sayang kamu,” saat kata-kata kadang nggak keluar.
Karena lewat wajan dan kuah, ibu bisa jujur.
Masakan andalan di rumah ini: sup ayam jahe bawang putih.Hangat, sederhana, dan selalu bisa bikin tenang.
Kadang ibu masak sambil diam. Kadang sambil mikir banyak hal.
Kadang sambil ingat kamu, Laut.
Bukan karena sedih, tapi karena kamu juga bagian dari rumah ini meski nggak pernah benar-benar hadir.
Dan akhir pekan, ayahmu gantian masak.
Walau cuma telur dadar dan nugget, tapi ibu suka lihat dia mencoba.
Dia sedang belajar mengambil peran.
Belajar bilang “aku juga sayang” lewat cara yang berbeda.
Buat ibu, menulis dan memasak itu mirip.
Keduanya butuh rasa.
Dan kadang, kalau kata-kata lagi susah ditemukan,
ibu masak dulu.
Sup ayam bisa jadi surat pendek.
Tumis tahu bisa jadi pelukan.
Nasi hangat bisa jadi “aku ada di sini.”
Jadi, Laut…
kalau nanti kamu dengar cerita soal ibu yang bisa masak, kamu tahu: itu bukan tentang resep.
Itu tentang siapa yang ibu cintai.
Dan kamu,
selalu termasuk dalam rasa itu.
Komentar
Posting Komentar