Cerita buat Laut, tentang Wi-Fi, Ayahmu, dan Ibu yang tipis sabarnya

Laut, hari ini ibu kesel. Sama apa? Sama Wi-Fi rumah yang sudah mati tiga hari. Tiga hari, Nak. Bayangin, kayak tinggal di rumah kosong tanpa nyawa. Nggak bisa kerja, nggak bisa nonton, nggak bisa apa-apa. Mau marah? Mau. Marah sama siapa? Nah, itu dia masalahnya.


Soalnya semua urusan komplain, telpon CS, ngecek laporan, semua ibu lempar ke ayahmu. Bukan karena ibu nggak bisa, tapi karena kalau ibu yang turun tangan, mungkin yang ada nanti CS-nya nangis duluan. Ibu tuh, sabarnya tipis, Laut. Tipis banget. Tipis kayak tisu murah yang kalau dipakai lap tangan malah beleberan.


Jadi tadi ibu cuma mondar-mandir di rumah, ngomel-ngomel dalam hati, kadang nyeletuk ke ayahmu, “Gimana, udah dibales belum? Lama banget sih…” Sementara ayahmu, seperti biasa, adem ayem, jawabnya pelan, “Sabar ya, lagi diurus…”


Kadang ibu mikir, kok ya gampang banget ya, Ayahmu tuh sabar? Kok bisa dia tetap kalem, padahal jelas-jelas ini bikin kesel? Sementara ibu, bahkan cuma nunggu kabar aja udah rasanya mau banting modem. Lucu ya, Laut. Satu rumah, dua manusia, cara marahnya beda-beda.


Jadi hari ini ibu belajar: mungkin nggak semua hal harus dipegang sendiri. Mungkin nggak apa-apa kalau ibu marah diam-diam aja, sambil percaya ayahmu lagi urus semua. Mungkin nggak apa-apa kalau ibu nggak selalu jadi orang yang harus menyelesaikan semuanya.


Besok kalau Wi-Fi-nya masih mati, yaudah, Laut… kita siap-siap aja nulis episode berikutnya: Ibu vs Modem: Perang Dunia Keempat.


Ibu kamu, yang masih belajar tahan emosi, pelan-pelan.


Komentar

Postingan Populer